Serang,Nolkm.com||- Kondisi Terminal Pakupatan,
Kota Serang semakin kumuh dari ke hari. Berbagai fasilitas rusak, dan sampah
menumpuk di berbagai sudut. Menjelang arus mudik pekan ini, belum ada
tanda-tanda pembenahan terminal yang kini dikelola oleh Pemprov Banten tersebut.
Bau pesing tercium dimana-mana, dan bus seenaknya berhenti.
Amin, salah satu calon penumpang yang akan mudik ke Ngawi,
Jawa Timur, mengaku baru kali ini melihat terminal begitu kotor. "Tempat
parkir ngacak, ruang tunggu tidak ada. Sampahnya juga banyak berserakan
dimana-mana," katanya, Jumat (24/6).
Dewi Komalasari, pemudik lainnya berharap pemerintah segera membenahi Terminal Pakupatan agar nyaman digunakan oleh masyarakat. "Toiletnya kotor. Itu jalan masuk ke terminal juga hancur," katanya.
Selain para calon penumpang, para sopir juga mengeluhkan fasilitas dan kebersihan Terminal Pakupatan yang seperti tak pernah diurus.
"Harusnya kalau angkutan umum dan bus jangan di gabung, antara angkutan kecil sama bus jadi satu, enggak kaya terminal lain, kalau angkot-angkot, kalau bus-bus ini kan di campur. Sampah juga berserakan dan terlihat kotor. Kebersihannya masih kurang. Harapan saya segera dibenahi permasalahan ini oleh pihak terkait," kata Eko, salah satu sopir bus Harapan Jaya jurusan Merak-Blitar.
Riko, sopir bus Murni Jaya trayek Rambutan-Merak juga mengeluhkan sikap para pedagang yang silit diatur. "Pedagangnya terlalu arogan. Mobil datang di kejar-kejar. Kita kan risih takut keserempet atau apa," ujarnya.
Kepala Terminal Pakupatan Najmudin mengatakan bahwa Terminal Pakupatan sebenarnya rutin dibersihkan setiap hari. Hanya saja, karena banyak pihak yang masuk ke Pakupatan, maka di siang hari biasanya terminal kembali kotor.
"Tempat sampah tadinya banyak, cuma sekarang banyak yang rusak. Kalau masalah jalan yang rusak di depan, kita sudah mengajukan ke dinas pekerjaan umum, cuma sampai saat ini belum ada realisasinya. Kita tetap terus berupaya membenahi," kata Najmudin. (BR/mg-dd)
Dewi Komalasari, pemudik lainnya berharap pemerintah segera membenahi Terminal Pakupatan agar nyaman digunakan oleh masyarakat. "Toiletnya kotor. Itu jalan masuk ke terminal juga hancur," katanya.
Selain para calon penumpang, para sopir juga mengeluhkan fasilitas dan kebersihan Terminal Pakupatan yang seperti tak pernah diurus.
"Harusnya kalau angkutan umum dan bus jangan di gabung, antara angkutan kecil sama bus jadi satu, enggak kaya terminal lain, kalau angkot-angkot, kalau bus-bus ini kan di campur. Sampah juga berserakan dan terlihat kotor. Kebersihannya masih kurang. Harapan saya segera dibenahi permasalahan ini oleh pihak terkait," kata Eko, salah satu sopir bus Harapan Jaya jurusan Merak-Blitar.
Riko, sopir bus Murni Jaya trayek Rambutan-Merak juga mengeluhkan sikap para pedagang yang silit diatur. "Pedagangnya terlalu arogan. Mobil datang di kejar-kejar. Kita kan risih takut keserempet atau apa," ujarnya.
Kepala Terminal Pakupatan Najmudin mengatakan bahwa Terminal Pakupatan sebenarnya rutin dibersihkan setiap hari. Hanya saja, karena banyak pihak yang masuk ke Pakupatan, maka di siang hari biasanya terminal kembali kotor.
"Tempat sampah tadinya banyak, cuma sekarang banyak yang rusak. Kalau masalah jalan yang rusak di depan, kita sudah mengajukan ke dinas pekerjaan umum, cuma sampai saat ini belum ada realisasinya. Kita tetap terus berupaya membenahi," kata Najmudin. (BR/mg-dd)


0 Komentar