![]() |
| Foto Ilustrasi:Pemberian vaksin pada anak-anak di suriah.(UNICEF) |
Meski demikian, masalah ini jangan sampai membuat orangtua
enggan membawa anaknya untuk imunisasi.
Lantas apa akibatnya jika anak mendapat vaksin palsu?
Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD mengungkapkan, risiko terberat
adalah anak terkena infeksi.
Pembuatan vaksin palsu tentu
tidak steril dan tidak mengikuti prosedur seperti pembuatan vaksin asli.
"Tentu dengan cara tidak steril, bisa banyak kuman.
Kalau cairan penuh kuman ini disuntikkan ke tubuh, orang bisa infeksi,"
katavaksinolog lulusan University of Siena, Italy ini seperti
dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.
Gejala infeksi tersebut antara lain demam tinggi disertai
laju nadi cepat, sesak napas, dan anak sulit
makan.
Jika anak hanya demam saja setelah divaksin,
orangtua tak perlu khawatir, karena beberapa vaksin memang
bisa membuat anakdemam.
Menurut Dirga, jika terakhir kali vaksinasi
pada dua minggu lalu dan tidak muncul gejala tersebut, kemungkinan besar anak tidak
terkena infeksi.
Dirga mengatakan, dampak lainnya dari pembuatan vaksin palsusebenarnya
tergantung bahan apa yang digunakan.
"Puslabfor Polri harus menyelidiki apa yang dicampukan
di vaksinpalsu itu. Dari situ bisa kita cari, ada
enggak laporan masyarakat yang setelah vaksinasi
mengalami gejala tersebut," ujar Dirga.


0 Komentar