Breaking News

DPRD Kota Tual Maluku Kunjungi Pemerintah Kota Cilegon



Cilegon,Nolkm.com|| – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang diwakili oleh Buchori selaku Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (DISBUDPAR) menyambut kedatangan dari DPRD Kota Tual Provinsi Maluku, Selasa (2/8) di ruang rapat Walikota Cilegon. Kedatangan DPRD Kota Tual ini terkait dengan kunjungan kerja (Kuker) dalam rangka pembangunan kota Tual ke depan.

Fadillah Rahawarin selaku Ketua DPRD Kota Tual menyampaikan bahwa, “mudah-mudahan keunggulan kota Cilegon bisa diinput dan dapat dikembangkan di kota Tual,” ujarnya dalam sambutan pertamanya.

Dalam kunjungannya tersebut, Fadillah mengenalkan dan memaparkan tentang Kota Tual yang disebut memiliki pasir terputih kedua di dunia itu. Ia juga mengungkapkan beberapa keunggulan Kota Tual diantaranya adalah wisata perikanan, banyaknya pelabuhan yang terbagi di lima kecamatan, dan hanya ada satu perusahaan yang beroperasi di Kota Tual.

“Kita ingin mengetahui bagaimana kota Cilegon dapat mengembangkan beberapa aspek industri dan jasa sehingga banyak perusahaan-perusahaan berdiri disini. Tetapi, di Tual masih belum ada,” tambahnya.

Oleh karena itu, Fadillah meminta kepada pemerintah kota Cilegon untuk membantu dan mendukung Kota Tual agar dapat mengembangkan sektor home industry, jasa dan pelabuhan yang berada di Kota Tual karena kota tersebut hanya memiliki satu perusahaan saja dan sebagian besar kegiatan ekonomi ini berada di bidang kelautan.

 Selanjutnya, Buchori menjelaskan tentang Kota Cilegon mulai dari geografis, objek wisata budaya dan alam, pendapatan daerah, wisata industri sampai pelabuhan. Namun, yang menjadi sorotan utama dalam kuker ini adalah tentang pembahasan kota Cilegon yang memiliki keunggulan dalam bidang industri, jasa dan pelabuhan. 
Ia juga menambahkan bahwa Pelabuhan di Cilegon ini sudah berskala internasional dan penghasilan pendapatan daerah terbanyak berasal dari pajak kendaraan.
“Sebenarnya Kota Cilegon ini masih muda, baru berdiri. Tapi kami sudah mempunyai pelabuhan berskala internasional. Ada pelabuhan Pelindo dan pelabuhan penyebrangan di Merak. Selain itu, kita sudah bekerja sama dengan industri-industri agar menjadi wisata industri,” katanya.

Tak hanya itu budaya, kesenian dan kuliner Cilegon pun dipaparkan oleh Buchori. Seperti budaya Panjang Maulid, rabeg Cilegon hingga debus.
“Bapak mau mencoba ikut debus?” canda Buchori kepada rombongan DPRD Kota Tual
Kuker ini dihadiri pula beberapa perwakilan dari Pemkot Cilegon, diantaranya adalah Sekretaris BAPPEDA, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Organisasi dan Kepala Bidang Kelautan Dinas Perhubungan. Selain memperkenalkan profil masing-masing kota, terdapat sesi dialog antara anggota DPRD Kota Tual dengan perwakilan Pemkot Cilegon tersebut.

Dari hasil dialog tersebut terdapat beberapa poin penting yang dibahas, yaitu keberhasilan manajemen Cilegon tentang pelabuhan yang berskala internasional, perolehan gelar Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut oleh BPK RI dan mengatur anitisipasi pencemaran udara dari padatnya kendaraan  melalui uji emisi.
“WTP ini sangat luar biasa sekali Cilegon mendapat tiga kali penghargaan dari BPK. Cilegon mampu mengelola pendapatan-pendapatan dan mendapat gelar tersebut.” Ungkap Komisi B DPRD Kota Tual, Taufiq Hamud.

Acara kunjungan ini ditutup dengan penyerahan cindera mata miniatur tugu Cilegon oleh Kepala DISBUDPAR kepada Ketua DPRD Kota Tual dan diakhiri dengan foto bersama.
(Ina, Azzumar)


Type and hit Enter to search

Close