Breaking News

Kemunculan Amir Jelang Vonis Jessica

Amir mengaku pernah ketemu suami Mirna dan Rangga pada 5 Januari 


Jakarta,Nolkm.com|| -Amir belakangan ini tiba-tiba muncul pada akhir persidangan Jessica. Pria yang mengaku wartawan Polri itu, pun mendadak jadi sorotan publik, seiring keterangannya yang dituangkan dalam berkas duplik Jessica, terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin.


Amir sebelumnya mengaku sempat melihat dua orang seperti dalam keterangannya pada sehari jelang kematian Wayan Mirna Salihin. Pria mirip suami Mirna, Arief Setiawan Soemarko dan barista Kafe Olivier, Rangga, diakuinya terlihat bertemu di depan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada 5 Januari 2016 pada pukul 15.50 WIB.

‎"Pada jam 4 sore kurang 10 menit, saya melihat yang mirip Arief dan mirip Rangga. Saya melihat di depan Sarinah," kata Amir.

Dalam dupliknya, Jessica Wongso mengaku mendapat informasi jika Arief Soemarko itu pernah bertemu pelayan Kafe Olivier. Hal itu disampaikan Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 20 Oktober 2016. Informasi tersebut ia dapat dari penasihat hukumnya, Hidayat Bustam. 



"Ada salah satu orang Mochtar Amir mengaku melihat Arif (suami Mirna) memberikan bungkusan plastik hitam ke kepada Rangga, sehari sebelum Mirna meninggal (Selasa, 5 Januari 2016). Tepatnya jam 15.50," ujar Jessica.

Sehari setelah keterangannya dibacakan di persidangan Jessica, Amir langsung mendatangi LPSK. Bahkan, dia juga menggelar konferensi pers di hotel mewah di bilangan Jakarta Utara.



Otto mengaku tidak tahu-menahu soal aktivitas Amir pascasidang duplik kliennya. Dia juga membantah pihaknya mengarahkan Amir Papalia, agar melaporkan temuannya ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
 "Kita enggak tahu-menahu soal itu lagi. Kita lepas. Jadi sama sekali kita enggak ada urusan sama Pak Amir," ujar Otto, pengacara Jessica Kumala Wongso, saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin, 24 Oktober 2016.



Selain Itu, Beredar kabar konferensi pers Amir didanai DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jakarta Timur. Namun, Otto lagi-lagi mengaku tidak mengetahui perihal itu.

"Coba ditanya Peradi-nya. Saya aja di Medan ini. Saya enggak tahu," ucap mantan Ketua Peradi itu.

Ketua DPC Peradi Jakarta Timur Piter Siringoringo akhirnya angkat bicara, pihaknyalah yang membiayai konferensi pers Amir. Pihaknya merasa terpanggil untuk membuat terang kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini.
"Iya, kami yang fasilitasi. Supaya terang benderang, supaya tidak dibilang rekayasa hukum," ujar Piter.


Namun Piter membantah tindakannya mendampingi Amir atas instruksi Otto, yang merupakan seniornya di Peradi. Dia mengklaim pihaknya berinisiatif untuk menjunjung tinggi penegakan hukum di Indonesia.

"Oh, enggak (disuruh pihak Jessica). Kita kan lihat pertarungan sidang di televisi luar biasa, dari jaksa kan sepertinya sudah men-judge Jessica bersalah, itu enggak setuju, naluri dari profesi kita," tegas dia.

Piter mengaku mengenal Amir dari rekannya. Dia melihat posisi Amir cukup bahaya jika tidak mendapatkan pendampingan. Apalagi, keterangannya dapat mempengaruhi hasil putusan kasus yang selama ini menjadi atensi besar publik.

"Karena terungkap di persidangan, ini bahaya si Amir kalau tidak ada pendampingan. Dia tidak berani di sini, makanya kami suruh lapor ke LPSK," Pungkas Piter.(Lpn)

0 Komentar

Posting Komentar


Type and hit Enter to search

Close