Serang,Nolkm.com|| - Hujan disertai angin kencang yang terjadi Jumat (7/10) sore, membuat tumbang sejumlah pohon dan sebuah reklame di jalan raya Syekh Albantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang. Bahkan, di Jalan Kol. Tb Suwandi mengalami kemacetan yang cukup panjang akibat sebuah batang pohon besar tumbang dan menghalangi jalan.
Selain mengakibatkan kemacetan yang panjang, batang pohon memutuskan salah satu kabel telefon yang melintas di lokasi tersebut.
Pantauan Banten Raya, warga sekitar memotong batang dan ranting yang menghalangi jalan menggunakan alat seadanya, seperti golok. Sekuriti juga ikut membantu mengatur arus lalulintas karena kemacetan cukup panjang akibat penumpukan kendaraan dari dua arah dan pas di jembatan.
Yayah, warga setempat mengaku bersyukur, karena pohon yang tumbang batang itu tidak menimpa tokonya yang tepat berada di depannya. Sebelum batangnya patah, Yayah mengaku melihat pohon tersebut miring akibat tiupan angin kencang dan hujan cukup lebat saat itu."Tadi, sekitar jam empat-an, warga yang nongkrong di depan toko saya juga kaget," ujarnya kepada Banten Raya, kemarin.
Yayah mengungkapkan bahwa tidak ada korban akibat peristiwa itu. Namun, lanjutnya, jalan di depan tokonya itu mengalami kemacetan panjang. "Arus lalulintas di sini macet total," ungkapnya.Warga lainnya, Yudi juga mengatakan, batang pohon yang tumbang itu hampir menimpa sebuah mobil yang akan melintas.
Karena sudah diingatkan warga, katanya, mobil itu berhenti dan berputar arah.
Di jalan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, juga sejumlah pohon tumbang tertiup angin kencang.
Selain pohon, baliho dan spanduk tak luput dari terpaan angin kencang.Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Stasiun Serang Tri Tjahjo menjelaskan bahwa intensitas angin yang terjadi di wilayah Serang mencapai 32 knot atau setara 60 kilometer (km) per jam. Menurutnya, kecepatan angin itu masuk kategori ekstrem. "Anginnya masuk kategori eksterem," jelasnya.
Tri juga menjelaskan bahwa pada Oktober 2016 ini di Banten sudah memasuki musim penghujan, kecuali wilayah Tangerang yang masih mengalami musim pancaroba. “Wilaya Banten kecuali Tangerang sudah mengalami musim hujan,” tandasnya. (BR)

Social Footer